OJK dan Tantangan Menjaga Inovasi Keuangan Tetap Aman Lewat Regulatory Sandbox

Tantangan yang Lazim Dihadapi Regulator

Di sisi lain, terdapat risiko struktural yang perlu diwaspadai oleh setiap lembaga pengawas ketika merancang mekanisme kurasi.

Antropolog David Graeber pernah mengingatkan bahwa proses administratif yang berlebihan, seperti formulir, rapat evaluasi berulang, hingga presentasi dengan format tertentu, dapat perlahan bergeser dari alat untuk menyaring kualitas menjadi ritual yang menghabiskan energi tanpa memberikan nilai substantif.

Hal tersebut bukan tuduhan terhadap institusi tertentu. Sebaliknya, ini merupakan pengingat bahwa proses yang awalnya dirancang dengan tujuan baik tetap perlu dievaluasi agar tidak berubah menjadi formalitas kosong.

Bacaan Lainnya

Pemikiran Thomas Kuhn juga relevan dalam konteks ini. Dalam banyak bidang, gagasan yang aman dan sesuai dengan cara berpikir yang sudah mapan cenderung lebih mudah diterima.

Sementara itu, ide yang benar-benar baru biasanya membutuhkan usaha lebih besar untuk meyakinkan pihak lain.

Kehati-hatian dalam menjaga standar tentu penting. Namun, lembaga juga perlu secara sadar membuka ruang bagi gagasan yang tidak biasa, bukan hanya inovasi yang sifatnya bertahap atau inkremental.

Regulatory Sandbox OJK sebagai Ruang Uji Inovasi

Pengamatan tersebut relevan untuk melihat kebijakan yang sedang berjalan di sektor keuangan, yakni regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Secara sederhana, regulatory sandbox merupakan ruang uji coba resmi bagi inovasi keuangan digital sebelum produk atau layanan tersebut dapat beroperasi secara lebih luas.

Pendekatan ini menawarkan jalan tengah antara dua ekstrem: serba melarang atau serba membebaskan.

Berdasarkan POJK Nomor 3 Tahun 2024, kerangka tersebut telah menyediakan jalur bagi pelaku usaha untuk menguji inovasinya secara terkendali.

Namun, seperti kebijakan serupa di berbagai negara, masih terdapat ruang yang dapat terus diperkuat agar sandbox semakin optimal menjalankan fungsi sebagai filter kualitas.

Akses yang Merata bagi Inovator

Persyaratan administratif dan kesiapan sumber daya, apabila tidak dirancang secara cermat, dapat lebih mudah dipenuhi oleh pelaku usaha besar yang sudah memiliki pengalaman berinteraksi dengan regulator.

Literatur ekonomi regulasi, termasuk teori regulatory capture dari George Stigler, mengingatkan bahwa pihak yang paling sering berinteraksi dalam proses pembuatan aturan dapat memiliki keuntungan lebih besar.

Dinamika tersebut bersifat universal dan perlu diantisipasi melalui desain regulasi yang inklusif.

Salah satu caranya adalah menyediakan pendampingan atau jalur yang lebih sesuai bagi inovator berskala kecil.

Mengutamakan Substansi

Proses sandbox juga perlu terus dijaga agar berorientasi pada substansi, bukan sekadar kelengkapan administratif.

Studi The Sandbox Paradox oleh Knight dan Mitchell pada 2020 mencatat bahwa biaya partisipasi dalam sandbox di berbagai negara dapat menjadi signifikan. Keuntungan kompetitif bagi peserta yang lolos juga perlu diperhatikan agar tidak menciptakan kesenjangan yang tidak semestinya dengan pelaku usaha lain.

Pos terkait