OJK Atur Penggunaan AI di Perbankan, Tekankan Prinsip Kehati-hatian dan Keamanan Data

Kesiapan Digital Perbankan Dukung Adopsi AI

Dari sisi kesiapan industri, hasil asesmen tingkat maturitas digital menunjukkan skor agregat perbankan nasional berada pada tingkat yang cukup baik untuk mendukung penerapan teknologi lebih maju, termasuk AI.

Bank dengan skala usaha lebih besar cenderung memiliki tingkat maturitas digital lebih tinggi. Kondisi tersebut ditunjang oleh sumber daya, infrastruktur, dan kapasitas investasi yang lebih memadai.

Meski demikian, penerapan AI tetap membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Indah menilai kompleksitas teknologi tersebut membuat pengembangannya tidak dapat ditangani secara optimal oleh satu pihak saja.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ini Aturan Baru dari OJK terkait 'Main' Aset Kripto

“Tingkat kompleksitas yang tinggi menyebabkan masalah AI tidak dapat dihadapi secara optimal oleh satu pihak saja,” ujarnya.

Dalam ekosistem tersebut, regulator berperan menyiapkan arah kebijakan, kerangka tata kelola, serta perlindungan kepentingan publik. Industri perbankan bertanggung jawab mengembangkan kebutuhan penggunaan AI, inovasi, dan implementasinya.

Sementara itu, akademisi berkontribusi melalui riset dan pengembangan talenta. Masyarakat berperan membangun kepercayaan serta penerimaan terhadap penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Penyedia jasa teknologi informasi juga menjadi mitra strategis, terutama dalam memperkuat keamanan jaringan dan infrastruktur digital, meningkatkan kemampuan mendeteksi ancaman secara waktu nyata (real-time), serta mendukung penerapan pendekatan security by design dan zero trust.

Keamanan Data dan Risiko AI Jadi Perhatian

OJK berharap pengembangan AI di sektor perbankan maupun nonperbankan tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent).

BACA JUGA:  Santika Indonesia Hotels & Resorts Berpartisipasi dalam Earth Hour 2025

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kualitas dan keamanan data, kemampuan menjelaskan hasil atau keputusan AI (explainability), keamanan siber, serta pengelolaan risiko.

Dengan pendekatan berbasis prinsip, bank diharapkan dapat terus mengembangkan pemanfaatan AI sesuai kebutuhan bisnis dan kapasitas masing-masing. Di saat yang sama, penerapan teknologi tersebut harus tetap memperhatikan tata kelola, perlindungan nasabah, dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *