Nyanyang Haris Pratamura Pimpin HKTI Kepri, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani

“Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik wilayah kepulauan dan keterbatasan lahan pertanian. Karena itu, kita harus membangun pola baru yang inovatif. Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga, dari pekarangan masyarakat sendiri. Jika ini berjalan masif, maka Kepri akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” ujar Nyanyang.

Ia menambahkan, HKTI Kepri ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi petani, tetapi menjadi motor penggerak kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.

“Kami ingin HKTI menjadi wadah yang mampu menghadirkan solusi nyata. Program Gerbang Pangan bukan sekadar gerakan menanam, tetapi gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Pimpin Penanaman Mangrove di Nongsa, Ajak Masyarakat Jaga Pesisir Batam

Pada kesempatan yang sama, HKTI juga akan menyerahkan bantuan simbolis berupa paket benih, pupuk, serta media tanam polybag kepada 10 perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kepulauan Riau sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian skala rumah tangga.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, M.M., menegaskan pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum memperkuat peran petani dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain Musda dan pelantikan, pengurus pusat serta daerah HKTI juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi strategis di Batam seperti panen durian di Citra Kebun Wisata, peninjauan stok komoditas di Perum Bulog Batu Ampar, hingga peresmian Sekretariat DPD HKTI Kepri di Batam Kota.

BACA JUGA:  Sudah 76 Persen, Bundaran Punggur Diprediksi Selesai Desember 2024

Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha untuk membangun ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah tantangan global yang semakin dinamis. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *