Negeri Kaya yang Terlalu Sibuk Mengurus Izin Menjadi Kaya (1 – 5)

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Padahal kita ingin tumbuh 6, 7, bahkan 8 persen.

Mengapa negara yang begitu kaya belum juga menjadi benar-benar kaya?

Daron Acemoglu dan James A. Robinson melalui Why Nations Fail memberikan jawaban yang agak mengganggu kenyamanan: kemajuan bangsa tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam, letak geografis, atau budaya. Yang paling menentukan adalah institusi.

Bacaan Lainnya

Bukan Sekadar Gedung dan Lembaga

Di Indonesia, kata “institusi” sering dibayangkan sebagai gedung, organisasi, atau badan baru.

Kalau ada persoalan, kita membentuk tim. Kalau tim belum berhasil, dibentuk satuan tugas. Kalau satuan tugas berjalan lambat, dibentuk tim percepatan. Setelah itu, mungkin diperlukan sekretariat bersama untuk mengoordinasikan tim percepatan dan satuan tugas tadi.

Acemoglu menggunakan arti institusi yang lebih luas. Institusi adalah aturan permainan yang menentukan:

siapa boleh memasuki pasar;

siapa memperoleh izin dan kredit;

apakah kontrak dihormati;

apakah hukum berlaku sama;

apakah usaha baru dapat bersaing;

dan apakah kekuasaan dapat dikoreksi.

Suatu negara dapat memiliki sistem perizinan digital, tetapi belum tentu memiliki institusi yang inklusif. Kalau pemohon masih membutuhkan orang dalam, yang berubah hanya layarnya. Hubungan kekuasaannya tetap analog.

Pos terkait