Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, penggunaan armada bus ramah lingkungan dalam program ini juga menjadi langkah nyata TelkomGroup dalam mendorong perjalanan yang lebih efisien dan rendah emisi, sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan.
Melalui inisiatif ini, TelkomGroup berharap program mudik tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi para peserta, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi lingkungan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, momentum Lebaran selalu diiringi peningkatan mobilitas dan aktivitas komunikasi masyarakat.
“TelkomGroup memastikan kesiapan jaringan dan layanan agar masyarakat tetap dapat terhubung dengan lancar di tengah meningkatnya mobilitas dan kebutuhan digital. Kami telah meningkatkan kapasitas jaringan, menyiapkan mobile BTS di sejumlah titik jalur mudik, serta menghadirkan posko siaga yang didukung lebih dari 13.700 personel di seluruh Indonesia,” ujar Dian.
Lebih lanjut Dian menambahkan, “Melalui program Mudik Bersama BUMN ini, TelkomGroup ingin berkontribusi menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman serta memastikan para pemudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita,”.
Program Mudik Gratis Bersama TelkomGroup tahun ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari pelanggan, pelaku UMKM, mitra, serta masyarakat umum yang telah melakukan registrasi melalui laman resmi program mudik TelkomGroup. Para peserta mendapatkan fasilitas transportasi gratis menggunakan armada yang telah dipersiapkan secara khusus, serta berbagai dukungan perjalanan seperti goodie bag berisi kebutuhan dasar perjalanan, merchandise, dan uang saku.
Demi memastikan kualitas layanan telekomunikasi tetap prima selama periode libur Lebaran, TelkomGroup juga memastikan kesiapan layanan dan infrastruktur digital. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penguatan kapasitas jaringan hingga mencapai 60,7 Tbps, monitoring trafik secara intensif, hingga penyiapan 22 Posko TelkomGroup Siaga RAFI yang terintegrasi serta didukung lebih dari 13.700 personel yang siaga 24×7 di seluruh wilayah Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan layanan konektivitas digital tetap andal di tengah meningkatnya mobilitas, sehingga masyarakat dapat tetap selalu terhubung.
