IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Gemuruh musik tradisional Batak berpadu dengan gerakan tortor yang kompak dan anggun. Ribuan penonton memadati Gedung Tiarma Convention Hall, Batam, Sabtu (31/10/2026), untuk menyaksikan kemeriahan babak audisi Festival Batam Bonapasogit 2026.
Bukan sekadar pertunjukan seni, festival ini menjadi panggung bagi masyarakat Batak di perantauan untuk merawat ingatan, menjaga identitas, sekaligus mewariskan tradisi leluhur kepada generasi muda.
Sebanyak 34 tim tortor Batak tradisional tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Dengan balutan busana adat yang penuh warna, masing-masing kelompok menghadirkan gerakan khas tortor yang sarat makna budaya, kekompakan, dan penghayatan.
Sejak acara dimulai, suasana gedung dipenuhi antusiasme penonton. Sorak dukungan terdengar setiap kali kelompok peserta memasuki arena pertunjukan. Penampilan demi penampilan seolah membawa penonton kembali pada akar tradisi dan kehidupan adat masyarakat Batak.
Festival yang disponsori Yayasan Yonkenedia Panbil tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin modern.
Di antara puluhan kelompok yang tampil, masing-masing berusaha memberikan penampilan terbaik. Tidak hanya memperlihatkan keindahan gerakan, peserta juga dituntut menunjukkan keserasian, kekompakan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam tortor.
