Menjaga Hoki di Hari Baru, Pantangan Imlek yang Masih Dijaga hingga Kini

Hindari Pakaian Hitam dan Putih
Dalam budaya Tionghoa, hitam dan putih identik dengan suasana duka. Warna-warna ini dihindari saat Imlek, terutama ketika berkumpul bersama keluarga besar atau berkunjung ke tempat ibadah. Merah justru menjadi pilihan utama, melambangkan kebahagiaan, energi, dan hoki.

Jaga Ucapan, Pilih Kata yang Membawa Harapan
Kata-kata dipercaya memiliki kekuatan membentuk takdir. Ungkapan bernuansa negatif seperti sakit, miskin, atau mati sebisa mungkin dihindari. Bahkan kata yang terdengar mirip dengan makna buruk pun dijauhi.
Sebaliknya, salam-salam penuh doa seperti “Gong Xi Fa Cai” digaungkan, sebagai harapan akan kemakmuran dan kesuksesan di tahun yang baru.

BACA JUGA:  Pemko dan BP Batam Perkuat Kolaborasi Pastikan Ketersediaan Air Bersih di Mainland

Jangan Pecahkan Barang
Memecahkan piring atau gelas dianggap pertanda kurang baik. Namun bila terjadi tanpa sengaja, pecahannya biasanya ditutup kertas merah sambil mengucap doa agar kejadian tersebut berubah menjadi simbol keselamatan sepanjang tahun.

Bacaan Lainnya

Hindari Pinjam-Meminjam Uang
Transaksi utang piutang saat Imlek dipercaya bisa mengganggu aliran rezeki. Memberi pinjaman dianggap melepas kekayaan sendiri, sementara meminjam melambangkan kesulitan keuangan di masa depan. Karena itu, banyak orang berusaha melunasi kewajiban sebelum malam pergantian tahun.

BACA JUGA:  Imlek Penuh Makna, A Bun Tebar 117 Paket untuk Warga Kurang Mampu di Tanjungpinang

Angpao atau hongbao pun punya aturan tersendiri: hanya diberikan dari yang lebih tua kepada yang lebih muda, dan biasanya berisi nominal genap—kecuali angka empat yang dihindari karena bunyinya menyerupai kata “kematian”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *