Beberapa program yang ditampilkan antara lain penguatan Koperasi Merah Putih, program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga pengembangan kampung nelayan. Selain itu, pemerintah provinsi juga memaparkan berbagai program pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting yang didukung oleh data dan visualisasi program pembangunan daerah.
“Pak Gubernur langsung memimpin presentasi pada stan showcasing tersebut, didampingi Kepala Balitbangda Kepri Aries Paryandi, dengan memperlihatkan data, program, serta video yang menggambarkan berbagai strategi pembangunan daerah yang sejalan dengan program nasional,” jelas Riki.
Salah satu titik kunjungan utama Mendagri adalah Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau yang menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif daerah. Gedung tiga lantai tersebut menampilkan berbagai produk unggulan UMKM dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri.
Menurut Riki, Mendagri memberikan apresiasi terhadap keseriusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun pusat promosi ekonomi kreatif yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur fisik hingga pengelolaan manajemen gedung.
“Pak Mendagri melihat langsung produk-produk yang dipamerkan di Gedung Dekranasda dan mengapresiasi keseriusan provinsi dalam mengembangkan ekonomi kreatif daerah. Produk yang ditampilkan merupakan representasi dari seluruh kabupaten dan kota di Kepri,” katanya.
Berbagai produk unggulan yang dipamerkan antara lain kuliner khas daerah, produk fashion dan wastra, hingga kerajinan tangan berbasis bahan lokal. Sejumlah produk bahkan telah menembus pasar ekspor.
Gubernur Kepri juga memperlihatkan berbagai inovasi kerajinan unik kepada Mendagri, seperti kerajinan berbahan tulang ikan yang diolah menjadi berbagai produk kreatif. Produk-produk tersebut bahkan telah dipromosikan dalam berbagai event internasional, termasuk di Paris dan Jepang.
Selain itu, terdapat pula kerajinan tikar khas Natuna, kerajinan dari eceng gondok yang dikembangkan oleh pelaku UMKM di Batam, serta berbagai produk kreatif lainnya yang memanfaatkan potensi lokal.
Mendagri juga meninjau langsung aktivitas para perajin di lantai dasar Gedung Dekranasda, mulai dari proses menenun, produksi tudung manto, hingga pembuatan kerajinan dari limbah cangkang gonggong.









