Bawaslu RI, kata Maryamah, sejak awal telah memperkuat pencegahan melalui mitigasi struktural berbasis data. Salah satunya dengan pemutakhiran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang menjadi rujukan nasional dalam memetakan potensi masalah pada setiap tahapan pemilu.
Selain itu, Bawaslu juga meluncurkan lima kerawanan tematik yang menjadi sorotan pada pilkada sebelumnya, yaitu:
1. Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN)
2. Politik uang
3. Kampanye di media sosial
4. Isu SARA
5. Kerawanan pemilu luar negeri
Empat di antaranya masuk dalam kategori kerawanan domestik yang kemudian menjadi instrumen mitigasi awal bagi jajaran Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota.
Mitigasi ini, jelas Maryamah, menjadi dasar untuk merumuskan langkah lanjutan pada setiap tahapan pemilu—mulai dari verifikasi dukungan calon, masa kampanye, distribusi logistik, hingga rekapitulasi suara.
Strategi pencegahan berikutnya adalah edukasi politik, terutama bagi pemilih pemula yang menjadi segmen paling besar dalam struktur pemilih.
Bawaslu Kepri, khususnya di Kota Batam, mencatat telah melibatkan lebih dari 20 ribu pelajar SMA dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan kepemiluan selama Pilkada 2024.
“Ini bagian dari ikhtiar kami menanamkan kesadaran sejak dini. Pemilih pemula adalah generasi yang bukan hanya memilih, tetapi juga ikut memelihara integritas demokrasi,” ujarnya.
