LPK Seiva Tekindo Persada dan Poltevara Batam Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi dan Dunia Kerja

IDNNEWS.CO.ID, BATAM, 4 September 2026 — LPK Seiva Tekindo Persada memperkuat kolaborasi dengan Poltevara, politeknik konstruksi pertama di Batam, Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi, serta memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Batam, Jumat (4/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan lembaga pengembangan kompetensi.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Bapak Arseto selaku Wakil Direktur III Poltevara dan Ibu Kristina Saragih selaku Wakil Direktur Operasional LPK Seiva Tekindo Persada.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Amsakar Tekankan Sinergi Eksekutif dan Legislatif Membangun Batam di Ranperda RPJMD

Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk menciptakan hubungan yang lebih erat antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang konstruksi.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak membuka ruang kerja sama dalam berbagai kegiatan yang mendukung proses pembelajaran, pengembangan keterampilan, serta peningkatan kesiapan peserta didik dan sumber daya manusia agar semakin mampu menghadapi tuntutan dunia kerja.

Sinergi antara LPK Seiva Tekindo Persada dan Poltevara juga diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam memperluas kesempatan pengembangan kompetensi melalui pendekatan pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA:  Kolaborasi Strategis IAI Kepri & POLTEVARA: Siapkan Arsitek dan Kontraktor Unggul Berdaya Saing

Dengan terjalinnya kerja sama ini, LPK Seiva Tekindo Persada dan Poltevara berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi yang produktif dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja, khususnya di sektor konstruksi.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi, pengembangan keterampilan, dan kebutuhan industri sehingga lulusan maupun peserta pelatihan memiliki kesiapan kompetensi yang semakin sesuai dengan perkembangan dunia kerja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *