Lawrence memastikan kedua negara memiliki komitmen bersama untuk menegakkan hak pelayaran internasional, menjaga kebebasan navigasi, serta memastikan jalur komunikasi laut tetap terbuka sesuai ketentuan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
“Kami berdua memiliki kepentingan yang sama dalam menegakkan hak dan kebebasan navigasi, dan menjaga jalur komunikasi laut tetap terbuka bagi semua orang, termasuk hak lintas transit tanpa hambatan bagi kapal sesuai dengan UNCLOS,” ujarnya.
Ia menegaskan Indonesia dan Singapura akan bekerja sama dengan negara-negara pesisir lainnya untuk memastikan Selat Malaka dan Selat Singapura tetap menjadi jalur pelayaran yang aman, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh pengguna.
“Baik Presiden Prabowo dan saya sepakat bahwa kami akan melakukan bagian kami, bersama dengan negara-negara pesisir lainnya, untuk memastikan bahwa Selat Malaka dan Selat Singapura tetap aman, terbuka, dan dapat diakses oleh semua orang,” katanya.
Menutup pernyataannya, Lawrence menegaskan hubungan Indonesia dan Singapura telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang dibangun atas dasar saling percaya dan kepentingan bersama.
