IDNNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Penyelenggaraan Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 resmi ditutup dengan capaian transaksi yang menggembirakan. Kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi syariah di Provinsi Kepulauan Riau ini berhasil membukukan total omzet sebesar Rp2,54 miliar, meningkat 9,01 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, saat penutupan kegiatan KURMA 2026 di Tanjungpinang beberapa waktu lalu.
Menurut Rony, peningkatan nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa geliat ekonomi syariah di Kepri terus berkembang, khususnya melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung kegiatan ekonomi selama Ramadan.
“KURMA tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal dan ekonomi syariah, tetapi juga ruang strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar serta meningkatkan transaksi selama momentum Ramadan,” ujar Rony.
Ia menambahkan, pertumbuhan transaksi yang terjadi tahun ini mencerminkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap produk-produk lokal serta semakin kuatnya ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Selain mencatat pertumbuhan transaksi, KURMA 2026 juga menjadi momentum penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Dalam rangka memperluas akses tersebut, Bank Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan turut menyelenggarakan business matching pembiayaan syariah.









