Kukuhkan TPAKD dan FKIJK, Ini Harapan OJK dan Pemprov Kepri

IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, SE, MM mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna dan Kota Batam di Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepulauan Riau.

Pembentukan TPAKD ini, guna untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap jasa keuangan formal. Berdasarkan survei yang dilakukan OJK tahun 2022, tingkat literasi keuangan di Kepulauan Riau baru sekitar 48,57%, yang artinya hanya 48 orang dari 100 orang penduduk yang memiliki pemahaman dan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Bersamaan dengan acara tersebut, turut dikukuhkan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) sebagai wadah koordinasi antara regulator dan seluruh industry jasa keuangan di Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OJK Kepri Gelar Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kelompok Disabilitas

Dalam sambutannya Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad SE, MM menyampaikan bahwa akses keuangan merupakan salah satu hak dasar bagi seluruh masyarakat dan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dengan akses keuangan yang baik, masyarakat akan memiliki kesempatan yang lebih baik dan besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas hidup, dan menggapai tujuan, cita-cita, dan impian masyarakat.

Akses keuangan inklusif dapat membantu mengurangi ketimpangan dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang terkoordinasi dan terintegrasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan akses keuangan di daerah. Dalam hal ini, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD dan FKIJK memiliki peranan yang sangat penting.

BACA JUGA:  Warga Bukitcermin Inginkan HM Rudi Jadi Gubernur. 'Tanjungpinang Jangan Gini-gini Aja!'

Lebih lanjut, Gubernur Kepri berharap percepatan akses keuangan di daerah perlu menjadi prioritas serta perhatian seluruh pihak. Dengan terbukanya akses keuangan bagi masyarakat di daerah maka diharapkan kita dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata, lebih partisipatif, dan inklusif.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya dalam sambutannya memaparkan perkembangan Industri Jasa Keuangan di Kepulauan Riau. Dimana kinerja Bank Umum di Provinsi Kepulauan Riau terpantau baik dengan pertumbuhan total asset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit masing-masing sebesar 10,94% (yoy), 9,81% (yoy) dan 6,93% (yoy).

Pertumbuhan total asset dan DPK Bank Umum Kepulauan Riau tersebut berada di atas pertumbuhan Bank Umum nasional masing-masing sebesar 6,99% (yoy) dan 6,74% (yoy).

BACA JUGA:  OJK : Kredit Investasi Naik, Penyaluran Kredit Perbankan Naik 11,4 Persen

Selanjutnya, pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Pemimpin Cabang Bank Umum tersebut, Sinar juga mengingatkan agar Bank Umum di Kepulauan Riau terus memperbaiki Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Kredit untuk menekan rasio Non Performing Loan (NPL) yang saat ini mencapai 3,19%.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *