Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen secara tahunan (year on year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,6 triliun.
Pertumbuhan tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang ditandai dengan penurunan angka kemiskinan dari 4,8 persen menjadi 3,8 persen serta menurunnya tingkat pengangguran.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menambahkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun atau 118 persen dari target Rp60 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kepercayaan yang terus terjaga antara pemerintah dan pelaku usaha.
Dalam kegiatan itu, BP Batam turut memberikan apresiasi kepada berbagai institusi lintas sektor yang berperan mendukung pertumbuhan investasi, termasuk instansi pelayanan publik dan mitra strategis pemerintah.
Ke depan, Batam dinilai tetap memiliki prospek cerah sebagai kawasan investasi unggulan meski menghadapi tantangan global seperti dinamika geopolitik hingga kenaikan biaya energi dan logistik.
Kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan penyedia layanan publik seperti PLN Batam diyakini menjadi kunci menjaga stabilitas investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)










