KKI 2026 Dorong 23 UMKM Kepri Naik Kelas, Transaksi Tembus Rp5,3 Miliar

Penjualan KKI 2026 Tembus Rp177,2 Miliar

KKI 2026 mencatatkan capaian positif. Hingga 23 Agustus 2026, nilai penjualan sementara mencapai Rp177,2 miliar.

Dari angka tersebut, UMKM Kepri berkontribusi sekitar Rp5,3 miliar.

Capaian keseluruhan KKI 2026 tersebut meningkat sekitar 35 persen dibandingkan capaian tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Selain penjualan, kegiatan BM ekspor juga mencatat nilai transaksi sebesar Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.

BACA JUGA:  Piaggio Indonesia Resmikan Dealer Motoplex Pertama di Batam, Vespa dan Piaggio Kini Lebih Dekat dengan Konsumen

Sementara dari sisi akses pembiayaan, BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Untuk UMKM Kepri, produk ready to wear menjadi salah satu penyumbang terbesar penjualan. Produk wastra dan kuliner juga menunjukkan peningkatan omzet selama pelaksanaan KKI 2026.

Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa produk lokal Kepri memiliki daya tarik dan potensi untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

BI Perkuat UMKM melalui Tiga Strategi

Bank Indonesia terus mendorong UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional melalui kebijakan pengembangan UMKM.

Kebijakan tersebut diarahkan melalui tiga strategi utama, yakni ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing; pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta penguatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Rayakan HUT ke-81 RI, Pertamina Patra Niaga Hadirkan MyPertamina Berbagi Hadiah Kemerdekaan

Ketiga strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi UMKM.

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia berupaya mempertemukan karya lokal dengan peluang pasar yang lebih luas. UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga naik kelas dan memiliki daya saing hingga tingkat global.

Dengan sinergi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, mitra strategis, dan masyarakat, UMKM Indonesia diharapkan semakin tumbuh, tangguh, dan berdaya saing serta mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *