Ketua HKI Ungkap Hambatan Investasi di Depan Airlangga, Minta Percepatan Pengembangan KEK

Menurut  Ma’ruf Maulana, berbagai kementerian sebenarnya telah memahami kebutuhan dunia usaha. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan.

Ia mengungkapkan, sejumlah investasi asing sebenarnya telah berhasil diperoleh, tetapi pelaksanaannya masih tertunda akibat belum optimalnya sinkronisasi kebijakan di berbagai tingkat pemerintahan.

“Kami telah berhasil menarik beberapa investasi dari luar negeri, tetapi implementasinya masih tertahan karena kurangnya sinkronisasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan kementerian terkait,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Reses DPRD Batam 2026: Usulan Warga Disiapkan Jadi Pokok Pikiran Pembangunan

Kondisi serupa, lanjut Akhmad, juga terjadi pada sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membutuhkan koordinasi dan keselarasan kebijakan antarlembaga.

Selain persoalan regulasi, HKI juga menyoroti kebutuhan energi sebagai faktor penting dalam pengembangan kawasan industri ke depan. Akhmad mengatakan, meningkatnya investasi di sektor digital, termasuk pembangunan pusat data (data center), akan membutuhkan pasokan listrik yang jauh lebih besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *