Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Muhammad Musofa, menegaskan bahwa dirinya hanya meneruskan pengaduan resmi dari pihak rumah sakit agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami berharap kasus ini ditangani secara profesional demi menjaga marwah DPRD dan kepercayaan publik. Tidak ada ruang bagi tindakan yang mencederai etika dan integritas wakil rakyat,” ujar Musofa.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Batam. Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kedaerahan menyatakan dukungannya agar kasus ini ditindaklanjuti secara terbuka dan adil.
Mereka menilai, langkah tegas dari Badan Kehormatan DPRD akan menjadi bukti bahwa lembaga legislatif Batam berkomitmen menjaga kehormatan dan kepercayaan publik. (***)










