Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha sektor perikanan agar semakin bankable sehingga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengakses pembiayaan formal untuk modal kerja maupun pengembangan usaha.
Dalam kegiatan literasi keuangan, OJK memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kegiatan usaha. Materi mencakup pengaturan alokasi pendapatan, persiapan dana darurat, pengelolaan utang secara bijak, investasi, serta persiapan keuangan untuk masa depan.
OJK juga mengingatkan peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan berbagai modus penipuan di sektor keuangan. Masyarakat perlu memastikan legalitas produk dan layanan keuangan melalui kanal resmi serta menjaga data pribadi dan informasi rahasia agar tidak disalahgunakan.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan business matching yang mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank di Kabupaten Natuna.
Melalui forum tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan kebutuhan pembiayaan sekaligus memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan yang tersedia. Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan formal yang sesuai, baik untuk modal kerja maupun pengembangan usaha.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program pembiayaan subsidi margin nol persen yang diberikan Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Bank Pembangunan Daerah.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Dedy Damhudy menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan industri jasa keuangan.











