Kepri International Business Forum 2026 Libatkan 10 Negara, UMKM Bidik Pasar Global

Riki mengatakan, perluasan jejaring tersebut menjadi momentum bagi Kepri untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pintu masuk pengembangan pasar UMKM Indonesia ke kawasan internasional.

“Kepri, khususnya Batam, ingin menunjukkan bahwa kita adalah hub Indonesia bagian barat untuk UMKM ekspor. Banyak dukungan dari pelaku small and medium enterprise dari beberapa negara untuk bekerja sama, dan peluang itu harus kita manfaatkan,” katanya.

Perkuat Ekosistem Halal
Salah satu agenda strategis yang akan dibahas dalam forum tersebut adalah pengembangan ekosistem halal global.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ekonom Soroti Pelibatan Danantara di KSSK, Dinilai Perlu Batasan agar Independensi Regulator Tetap Terjaga

Dinas Koperasi dan UKM Kepri juga tengah mempersiapkan penguatan layanan sertifikasi halal internasional melalui rencana pembentukan Lembaga Halal International.

Lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang mengintegrasikan kebutuhan pelaku usaha dalam memperoleh informasi, pendampingan, fasilitasi, serta akses layanan halal, baik untuk pasar domestik maupun kebutuhan pasar luar negeri.

“Halal menjadi salah satu isu strategis. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim yang besar memiliki peluang dalam pengembangan produk halal, termasuk untuk pasar internasional,” kata Riki.

Rencana pembentukan lembaga tersebut juga diarahkan menjadi titik temu antara pemerintah, pelaku UMKM, lembaga sertifikasi dan pendamping halal, dunia usaha, buyer atau distributor, akademisi, serta mitra internasional.

BACA JUGA:  OJK Kepri Minta Masyarakat Mewaspadai Permintaan Data Pribadi dengan 'Iming-iming' Hadiah

Dengan ekosistem tersebut, produk UMKM yang memiliki potensi ekspor diharapkan semakin siap memenuhi persyaratan halal, standardisasi, sertifikasi, sekaligus kebutuhan pasar global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *