Batam Jadi Penggerak Utama Ekonomi Kepri
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, nilai PDRB Kepri pada Triwulan III 2026 mencapai Rp107,15 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB), atau Rp59,86 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 40,34 persen terhadap PDRB dan memberikan andil pertumbuhan sebesar 3,18 poin persentase.
Selanjutnya, sektor konstruksi memiliki pangsa 20,20 persen dengan andil 1,25 poin persentase, disusul pertambangan dan penggalian dengan pangsa 11,15 persen serta andil 0,73 poin persentase.
Ketiga sektor tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 5,16 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri. Kondisi ini memperlihatkan bahwa aktivitas industri, pembangunan infrastruktur dan sektor berbasis sumber daya masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki pangsa terbesar sebesar 45,87 persen terhadap PDRB dengan andil pertumbuhan 2,38 poin persentase.
Konsumsi rumah tangga menyumbang 40,29 persen dengan andil 1,60 poin persentase, sedangkan net ekspor memiliki pangsa 8,44 persen dengan andil pertumbuhan 1,18 poin persentase.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi, konsumsi masyarakat dan aktivitas perdagangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kepri.













