Untuk rincian kapasitas distribusi dan kesiapan teknis, Amsakar mengarahkan agar penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh Deputi terkait, Denny, yang menangani aspek teknis penyediaan air.
Menurutnya, penguatan layanan air bersih tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan yang terjadi saat ini, tetapi juga dengan kesiapan infrastruktur menghadapi pertumbuhan Batam pada masa mendatang.
Melalui revitalisasi pipa, penanganan wilayah rawan gangguan, serta kajian sumber air baku alternatif, BP Batam berupaya membangun sistem penyediaan air bersih yang lebih andal.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Batam.(Iman Suryanto)
