IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. melihat lonjakan permintaan pusat data atau data center berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia dalam enam bulan terakhir.
Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan menyiapkan strategi pembangunan pusat data yang terkoneksi langsung dengan sumber energi guna menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.
Direktur Network Telkom, Budi Satria Dharma Purba, mengungkapkan bahwa Indonesia semakin menarik bagi pelaku industri AI untuk membangun infrastruktur pusat data. S
alah satu faktor pendorongnya adalah biaya listrik yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Dalam acara Bali Tech Week 2026, Selasa (20/10/2026), Budi mengatakan perkembangan permintaan pusat data AI di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, pada tahap awal pembangunan, sejumlah pelaku industri sempat menghadapi keraguan mengenai kepastian penyewa atau tenant. Namun, perkembangan pasar yang cepat mengubah kondisi tersebut, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur komputasi AI.
“Dalam enam bulan terakhir, permintaan di Indonesia meningkat secara dramatis. Sebagian besar disebabkan oleh biaya listrik di Indonesia yang sangat murah dibandingkan rata-rata. Jika dibandingkan dengan Singapura, biaya listrik di Indonesia hanya sepertiga,” ujar Budi.
