“Yang dibutuhkan sekarang keberanian memperbaiki, bukan keras kepala mempertahankan angka lama dan gengsi birokrasi,” katanya.
HPM Kepri Paling Tinggi di Indonesia
Saat ini, HPM pasir kuarsa di Kepri berada di kisaran Rp210 ribu per ton di Lingga dan Rp250 ribu per ton di Natuna. Angka ini jauh di atas provinsi lain di Indonesia.
Di Kalimantan Tengah, HPM sudah diturunkan menjadi Rp83 ribu per ton. Sementara di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung, kisarannya hanya sekitar Rp66 ribu dan Rp50 ribu per ton.
“Kalau daerah lain bisa realistis membaca pasar, mengapa Kepri justru memilih menjadi yang paling mahal? Ini bukan kebanggaan. Ini alarm keras bahwa ada yang salah dalam cara melihat persoalan,” ujarnya.
AYP juga menyinggung kemungkinan adanya upaya mempertahankan kebijakan lama yang sejak awal dinilai bermasalah. Ia menduga penetapan HPM yang tinggi tidak memiliki basis perhitungan yang kuat, khususnya terkait harga jual rata-rata di mulut tambang.
“Jangan sampai publik melihat ini sebagai upaya mencari pembenaran atas keputusan lama. Kalau sejak awal keliru, maka yang benar adalah koreksi, bukan mempertahankan,” tegasnya.
Ia juga mengkritik polemik tafsir “mulut tambang” yang dinilai sengaja digeser untuk membenarkan angka tinggi.
