Meski demikian, Rony menegaskan bahwa penggunaan uang tunai tetap aman selama masyarakat memahami cara mengenali keaslian rupiah. Ia mengimbau masyarakat menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk memastikan uang yang diterima adalah asli.
“Fitur pengaman uang rupiah saat ini sudah sangat memadai. Dari pengalaman kami, uang palsu yang pernah ditemukan tingkat kemiripannya bahkan tidak sampai 25 persen. Jadi dengan 3D itu sudah cukup,” jelasnya.
Selain menjaga kualitas uang beredar, SERAMBI 2026 juga menjadi bagian dari strategi mempercepat transformasi sistem pembayaran di daerah. Bank Indonesia mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk semakin aktif memanfaatkan pembayaran digital demi menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih efisien dan inklusif.
Dengan kombinasi antara penyediaan uang kartal yang aman serta perluasan transaksi non-tunai, BI Kepri berharap perputaran ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, sekaligus memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi regional.(iman)
