Magnet kedua adalah pengembangan pusat komersial besar oleh investor swasta, yakni Pakuwon Group, yang akan membangun Pakuwon Mall di kawasan Tanjung Uma menuju arah Baloi. Kedua titik tersebut akan dihubungkan menjadi satu koridor ekonomi yang hidup dan terintegrasi.
“Kita mencoba menghubungkan dua magnet ini menjadi satu kawasan mixed-use terbesar di Batam saat ini,” ujar Mouris.
Investasi pembangunan pusat perbelanjaan tersebut berasal dari Pakuwon Group, menandakan kepercayaan investor terhadap potensi Batam.
Langkah awal proyek ini dimulai dengan pembangunan backbone atau tulang punggung kawasan sepanjang 4,7 kilometer. Koridor utama ini akan membentang dari Harbour Bay hingga lokasi Pakuwon Mall, melewati Jodoh Boulevard dan sejumlah titik strategis lain.
Backbone tersebut diharapkan menjadi katalis yang memicu pertumbuhan ekonomi kawasan seluas 337 hektare yang telah ditetapkan sebagai WPP Nagoya.
“Kita bangun dulu tulang punggungnya. Harapannya, koridor ini menjadi ‘virus positif’ yang menyebarkan kehidupan ekonomi ke seluruh kawasan,” kata Mouris.
Dengan adanya hal ini, tambahnya, tentunya diharapkan memberikan dampak positif Dari sektor sekitarnya. Mulai dari aktivitas hunian hotel kembali ramai, bisnis dan perdagangan meningkat, kawasan kota lebih tertata dan hidup, aktivitas ekonomi tumbuh merata hingga destinasi Wisata Baru untuk Turis dan Warga Batam.
New Nagoya tidak hanya menyasar wisatawan asing, tetapi juga masyarakat lokal. Untuk itu, BP Batam menilai Batam masih kekurangan destinasi wisata perkotaan yang modern dan terintegrasi. Kehadiran kawasan ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia serta Warga Batam yang membutuhkan ruang rekreasi modern.










