Sinyal kuat dukungan pemerintah terlihat dari kunjungan strategis Dewan Pertahanan Nasional ke Kepulauan Riau pada Januari 2026. Tim yang dipimpin Deputi Bidang Geostrategi Mayjen TNI Ari Yulianto dan Deputi Bidang Geoekonomi Yayat Ruyat meninjau langsung kesiapan kawasan, termasuk KEK Tanjung Sauh.
Kunjungan ini menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri di wilayah perbatasan seperti Batam memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ketahanan ekonomi nasional.
Selain meninjau Tanjung Sauh, rombongan juga mengevaluasi kesiapan infrastruktur dan reformasi perizinan bersama BP Batam, serta mengunjungi sejumlah proyek strategis lainnya.
Dengan posisi geografis yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, Batam dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai hub logistik regional di kawasan Asia Pasifik.
Integrasi sektor logistik, energi, dan manufaktur di Tanjung Sauh diharapkan mampu meningkatkan volume perdagangan, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau.
Namun demikian, para pelaku usaha dan pengamat sepakat bahwa kunci utama keberhasilan kawasan ini tetap terletak pada satu hal: kepastian regulasi. Tanpa itu, potensi besar yang dimiliki Tanjung Sauh berisiko tidak optimal, bahkan bisa hilang di tengah persaingan investasi global yang semakin ketat. (Iman)
