Inflasi Mei 2026 Diprediksi Menguat, Harga Pangan, BBM dan Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu

“Inflasi tahunan tinggi karena ada efek low base di Mei lalu di mana harga bahan pangan turun signifikan,” ungkap David.

Menurutnya, secara bulanan kenaikan harga pangan sebenarnya masih tergolong terbatas. Komoditas cabai menjadi salah satu penyumbang utama inflasi bahan makanan pada Mei 2026.

Di sisi lain, inflasi inti masih menunjukkan pergerakan yang relatif moderat. Penurunan harga emas disebut menjadi salah satu faktor yang membantu menahan kenaikan inflasi inti agar tidak bergerak lebih tinggi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BPS: Daging Ayam hingga Cabai Rawit dan Beras Picu Inflasi Setiap Ramadhan

Meningkatnya inflasi pada Mei 2026 menjadi tantangan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.

Jika tekanan inflasi terus berlanjut akibat kenaikan harga pangan, energi dan pelemahan rupiah, maka daya beli masyarakat berpotensi tergerus. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Para ekonom menilai penguatan pasokan pangan, stabilisasi harga energi, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah akan menjadi faktor penting dalam mengendalikan laju inflasi pada bulan-bulan mendatang.

Dengan berbagai tekanan global yang masih berlangsung, arah inflasi Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan akan sangat bergantung pada perkembangan harga komoditas dunia, pergerakan kurs rupiah, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *