Inflasi Kepri September Turun Jadi 3,49 Persen, Harga Cabai hingga Emas Jadi Perhatian Oktober

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P

Secara spasial, seluruh wilayah yang menjadi daerah penghitungan IHK di Kepri mencatat inflasi tahunan.

Kota Tanjungpinang mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,76 persen (yoy), disusul Kota Batam 3,65 persen dan Kabupaten Karimun 1,63 persen.

Jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Sumatera, inflasi Kepri berada di posisi kelima. Inflasi tertinggi tercatat di Aceh sebesar 5,03 persen, Kepulauan Bangka Belitung 4,30 persen, Lampung 3,51 persen, dan Sumatera Barat 3,50 persen.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Keluhan terkait SLIK Mendominasi Laporan di Booth OJK Kepri selama GMP 2025

Secara bulanan, perkembangan harga di Kepri juga menunjukkan perubahan arah. Setelah mengalami deflasi 0,17 persen pada Agustus, Kepri pada September kembali mengalami inflasi sebesar 0,27 persen (mtm).

Tekanan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,88 persen (mtm) dengan andil 0,26 persen.

Kenaikan terutama dipengaruhi harga cabai merah, kangkung, cabai rawit, dan daging ayam ras.

BI Kepri menyebut kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura dipengaruhi keterbatasan panen dari daerah sentra produksi di Sumatera bagian Utara dan Jawa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *