Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi atau penahan inflasi, seperti emas perhiasan, angkutan udara, serta beberapa hasil laut seperti udang basah.
Kenaikan harga bensin nonsubsidi juga menjadi salah satu faktor pendorong inflasi. Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada awal Mei 2026 turut memberi dampak pada biaya transportasi dan distribusi barang.
“Namun demikian, tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas lain, sehingga inflasi secara keseluruhan tetap terjaga dalam kisaran target,” jelasnya.
Dari sisi historis, pergerakan inflasi di Kepri menunjukkan tren yang relatif stabil, baik secara tahunan maupun bulanan. Fluktuasi yang terjadi masih dalam batas wajar dan mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang cukup terjaga.
Bank Indonesia menilai, stabilitas inflasi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kepri. Meski demikian, pemerintah daerah dan otoritas terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi pangan dan stabilitas harga ke depan.
Dengan kondisi tersebut, inflasi Kepri diproyeksikan tetap terkendali sepanjang tahun 2026, meskipun risiko dari sisi pasokan dan harga komoditas global tetap perlu diwaspadai. (Iman Suryanto)









