Inflasi Kepri Mei 2026 Naik 0,38 Persen, Harga Cabai Merah dan Tomat Jadi Pemicu Utama

Komoditas lain yang turut mendorong inflasi adalah bensin dan cabai rawit, yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,04 poin.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Kepri masih didominasi oleh fluktuasi harga bahan pangan segar yang sangat dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi.

Meski inflasi terjadi, beberapa komoditas tercatat menahan laju kenaikan harga. Komoditas yang menjadi penyumbang deflasi terbesar adalah emas perhiasan dengan andil negatif 0,10 poin.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BPS Sebut Ekpor Terbesar di Kepri Didominasi dari Pelabuhan Batu Ampar

Selain itu, penurunan harga daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,07 poin, disusul angkutan udara sebesar 0,06 poin, udang basah sebesar 0,03 poin, ikan layang/ikan benggol sebesar 0,02 poin, dan bayam sebesar 0,01 poin.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Kepri pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,92 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (Januari–Mei 2026) mencapai 1,25 persen.

Data BPS juga menunjukkan bahwa inflasi Mei 2026 sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada Mei 2024 yang sebesar 0,37 persen. Sebaliknya, pada Mei 2025 Kepri justru mengalami deflasi sebesar 0,44 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan harga pada 2026 cenderung lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan, terutama komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat yang menjadi pemicu utama kenaikan harga di wilayah Kepulauan Riau.(IMAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *