Meski pasar cenderung hati-hati, potensi transaksi tetap besar. Hal ini terlihat dari partisipasi lebih dari 20 negara dan sekitar 150 perusahaan dari berbagai sektor industri maritim.
Peserta datang dari negara-negara maju seperti Italia, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, hingga kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Beragam sektor terlibat, mulai dari manufaktur mesin kapal, sistem keselamatan, desain dan engineering hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk monitoring. Kehadiran teknologi canggih ini menjadi salah satu faktor utama pendorong nilai transaksi.
IMOX 2026 menunjukkan pergeseran tren industri menuju digitalisasi dan otomatisasi. Equipment dan software berbasis AI menjadi daya tarik utama karena mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan produksi kapal.
“Sekarang sudah masuk generasi AI. Teknologi ini bikin kapal lebih cepat, lebih aman, dan lebih sustainable,” kata Kenny.
Model pameran yang interaktif—di mana pengunjung bisa langsung mencoba dan menguji teknologi—juga memperbesar peluang terjadinya transaksi langsung maupun kerja sama jangka panjang.
Optimisme terhadap target USD 20 juta juga tidak lepas dari posisi strategis Batam sebagai pusat industri galangan kapal nasional. Sekitar 60% produksi kapal Indonesia berasal dari wilayah ini.
