Imlek Menyatukan, Wagub Nyanyang : Filosofi Kuda Api Menguatkan Semangat Kebersamaan di Kepri

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura

“Imlek bukan hanya milik satu komunitas, tetapi milik kita semua. Ini momentum mempererat persatuan dan menegaskan bahwa Batam adalah rumah bersama bagi berbagai suku, agama, dan budaya,” ujarnya.

Nyanyang juga mengaitkan semangat kebersamaan itu dengan filosofi Tahun Kuda Api yang diyakini sarat makna tentang energi, keberanian, dan kerja keras.

“Tahun Kuda Api melambangkan semangat pantang menyerah, keberanian untuk melangkah maju, serta energi positif untuk membangun. Kami berharap filosofi ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Kepri—untuk terus bergerak, berinovasi, dan saling menguatkan dalam kebersamaan,” kata Nyanyang.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, elemen “api” dalam filosofi tersebut juga merepresentasikan semangat yang menyala untuk mempererat persaudaraan.

“Api itu bukan untuk memecah, tapi untuk menghangatkan. Artinya, keberagaman yang kita miliki harus menjadi sumber kekuatan, bukan perbedaan. Inilah nilai toleransi yang ingin terus kita rawat,” tambahnya.

Selain nilai sosial, Nyanyang menilai perayaan Imlek turut membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Ribuan warga yang hadir ikut menggerakkan UMKM, kuliner, dan sektor pariwisata.

Pos terkait