Menurut Abdi, penanganan cepat terhadap dugaan pelanggaran etika merupakan bukti konsistensi HPI dalam menegakkan aturan.
“Kalau salah, tidak akan kami bela. Selama menunggu bukti, anggota dinonaktifkan sementara. Ini bentuk komitmen kami pada kode etik,” katanya.
Ke depan, Abdi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem pariwisata Kepulauan Riau. Ia menegaskan HPI terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk dari media.
“Masih banyak yang perlu dibenahi dalam pariwisata Kepri, mulai dari infrastruktur hingga ekosistemnya. Jika ada persoalan, mari disalurkan melalui organisasi atau pemerintah,” pungkasnya. (***)










