HKBP Batam Center Peringati Natal, Jemaat Diingatkan Buka Hati bagi Kristus

Pesan kedua adalah ketaatan, meskipun ketaatan tersebut sering kali tidak nyaman. Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia cenderung ingin hidup bebas tanpa aturan, sebagaimana kisah Adam dan Hawa di Taman Eden.

“Maria dan Yusuf taat melaksanakan sensus meskipun berat. Ketaatan itu menjadi bermakna. Tuhan memberikan nurani kepada manusia. Ketaatan membawa sukacita, meskipun Tuhan tidak selalu menjanjikan hidup di zona nyaman. Namun Tuhan hadir di tengah kesulitan,” ungkapnya.

Pesan ketiga, lanjutnya, adalah bahwa Sang Raja hadir dalam kesederhanaan. Yesus lahir tanpa kemewahan dan bahkan tidak mendapatkan tempat yang layak.

Bacaan Lainnya

“Ketika dunia menolak, Dia tetap memilih untuk lahir. Natal bukan tentang kemeriahan, pamer-pamer, atau pembuktian diri, melainkan tentang Allah yang hadir untuk menyelamatkan. Pertanyaannya, apakah kita mau membuka hati dan memberikan diri kita sebagai palungan bagi Kristus?” tutur Pendeta Marudut menutup khotbahnya.

Ibadah Natal HKBP Batam Center juga dirangkaikan dengan perjamuan kudus. Dalam perjamuan tersebut, jemaat menerima roti dan anggur yang melambangkan tubuh dan darah Kristus.

Ibadah ditutup dengan ucapan Selamat Natal kepada seluruh jemaat, dengan doa dan harapan agar kasih dan berkat Tuhan Yesus senantiasa menyertai kehidupan umat.(**)

Pos terkait