Hari Jadi ke-24 Kepri, Ansar Ungkap Ekonomi Tumbuh 6,99 Persen dan Investasi Rp40,38 Triliun

Sementara di sektor ekonomi dan perlindungan masyarakat, program subsidi bunga margin 0 persen telah disalurkan sejak November 2021 hingga Agustus 2026 sebesar Rp56,1 miliar kepada 2.126 UMKM. Program Kepri Terang hingga Desember 2025 juga telah menjangkau pemenuhan listrik dasar bagi 14.340 rumah tangga di tujuh kabupaten/kota.

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera
Berbagai program tersebut, menurut Gubernur Ansar, turut mengiringi capaian indikator makro pembangunan daerah.

Pertumbuhan ekonomi Kepri secara year-on-year pada Triwulan II 2026 mencapai 6,99 persen. Capaian tersebut menempatkan Kepri pada peringkat pertama di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.

Bacaan Lainnya

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri pada 2025 juga mencapai 80,53 poin, menempatkan Kepri di urutan pertama se-Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional. Sementara persentase penduduk miskin pada Maret 2026 berhasil ditekan menjadi 4,09 persen, yang disebut sebagai angka terendah Kepri sejak 2021.

Dari sisi investasi, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp40,38 triliun atau 168 persen dari target daerah sebesar Rp24,10 triliun. Capaian tersebut juga telah memenuhi 94,32 persen dari target nasional Semester I sebesar Rp42,81 triliun.

Selain itu, Indeks Kerukunan Umat Beragama Kepri 2025 mencapai 83,68 poin dan menempati peringkat ketujuh nasional. Indeks Pembangunan Kebudayaan Kepri 2025 berada di angka 60,34 poin, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 59,98 poin.

Program Kepri Terang juga terus menunjukkan hasil dengan rasio elektrifikasi pada 2025 mencapai 99,45 persen. Sementara Indeks Pembangunan Pemuda 2024 mencapai 69,65 poin dan menempatkan Kepri pada posisi pertama nasional.

Pos terkait