Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih dapat berdampak luas, mulai dari kesehatan, ekonomi rumah tangga, hingga stabilitas sosial.
“Kalau kebutuhan paling dasar saja diabaikan, jangan salahkan rakyat jika kepercayaan publik runtuh. Pemerintah harus hadir, bukan defensif,” tambahnya.
Di lapangan, sejumlah warga mengaku terpaksa membeli air galon untuk mandi dan mencuci, bahkan menampung air hujan demi bertahan hidup. Kondisi ini menambah beban ekonomi masyarakat kecil yang sudah tertekan oleh tingginya biaya hidup.
“Jika krisis air ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi lembaga, tapi masa depan Batam sebagai kota layak huni. Ini alarm keras yang harus segera dijawab dengan tindakan, bukan retorika,” tutup Osman. (Iman)










