IDNNEWS.CO.ID, Batam – Aksi ratusan warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, yang mengepung Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (22/1/2026), menjadi simbol memuncaknya kemarahan publik atas krisis air bersih yang telah berlangsung hampir satu tahun tanpa solusi nyata.
Massa yang sejak pagi memadati halaman kantor BP Batam menuntut kepastian atas hak paling mendasar: akses air bersih. Namun situasi memanas ketika muncul tudingan dari pimpinan daerah bahwa aksi tersebut bermuatan politik. Pernyataan itu langsung menuai reaksi keras dari warga dan tokoh masyarakat.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju, Osman Hasyim saat ditemui pada Jumat (23/1/2026) pagi, menegaskan bahwa Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM) mendukung masyarakat Tanjung Sengkuang memperjuangkan hak-hak hidup mereka.
Serta dengan tegas menolak narasi tudingan dari pimpinan daerah bahwa aksi tersebut bermuatan politik. Ia menilai tudingan politik justru mencerminkan kegagalan memahami penderitaan rakyat.
“Ini bukan politik. Ini jeritan masyarakat yang sudah terlalu lama menderita. Jangan mengaburkan persoalan dengan stigma politik, karena yang dipertaruhkan adalah hak hidup warga Batam,” tegas Osman Hasyim.
Menurut Osman, krisis air bersih yang berlangsung berbulan-bulan tanpa kepastian penyelesaian adalah bukti nyata lemahnya tata kelola pelayanan publik. Ia menegaskan, air bersih bukan fasilitas tambahan, melainkan hak asasi manusia yang wajib dipenuhi negara dan pengelola.










