Era Baru Kepemimpinan Bank Indonesia , Thomas Djiwandono Resmi Dilantik Deputi Gubernur

Hasil Uji Kelayakan DPR RI
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI merupakan hasil proses panjang di parlemen. Komisi XI DPR RI sebelumnya telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur BI pada Sabtu (23/1) dan Senin (26/1).

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa penetapan Thomas dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh delapan pimpinan kelompok fraksi di Komisi XI.

Keputusan tersebut mencerminkan konsensus politik yang kuat, sekaligus kepercayaan DPR terhadap kapasitas Thomas dalam memperkuat peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Perkuat Pengawasan dan Penegakkan Hukum, Kejagung Lakukan MoU Lintas Sektoral

Pelantikan Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 ini berlangsung di tengah tantangan ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Tekanan geopolitik, normalisasi kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasi harga komoditas menjadi faktor eksternal yang memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi domestik, Bank Indonesia dihadapkan pada agenda besar menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mendorong pendalaman pasar keuangan, serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran.

Masuknya Thomas Djiwandono ke jajaran pimpinan BI diharapkan mampu memperkuat koordinasi kebijakan antara bank sentral dan pemerintah, terutama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

BACA JUGA:  Jelang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Nilai Tukar Rupiah Menguat terhadap Dolar

Pengangkatan ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar dan investor, bahwa kesinambungan kebijakan moneter Indonesia tetap terjaga di bawah kepemimpinan Bank Indonesia yang solid.

Dengan resmi dilantiknya Thomas Djiwandono, Bank Indonesia kini memasuki babak baru kepemimpinan strategis untuk periode 2026–2031, membawa harapan besar terhadap penguatan fondasi ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang. (*/IMAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *