Ekspor Kepri Naik 8,21 Persen, Aktivitas Industri Dorong Kenaikan Impor

Kenaikan impor mencerminkan meningkatnya aktivitas industri di Kepri, khususnya kebutuhan bahan baku dan barang modal untuk mendukung produksi ekspor.

Meski impor meningkat, Kepri tetap mencatat neraca perdagangan surplus. Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, grafik neraca menunjukkan tren surplus bulanan yang relatif stabil, bahkan sempat mencapai puncak pada pertengahan 2025.

Surplus ini menandakan daya saing ekspor Kepri masih lebih kuat dibanding kebutuhan impornya, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Bacaan Lainnya

Secara tren bulanan (Februari 2025–Februari 2026), nilai ekspor dan impor Kepri berfluktuasi mengikuti dinamika permintaan global.

Sebagaimana diketahui, ekspor sempat mencapai titik tinggi pada Mei 2025 dengan besaran di atas US$ 2,3 miliar. Dan sepanjang semester II 2025, nilai ekspor cenderung stabil di kisaran US$ 1,8–2,1 miliar.

Dan memasuki awal 2026, ekspor kembali menguat hingga mendekati US$ 2 miliar. Dimana pergerakan impor mengikuti pola serupa, menunjukkan hubungan erat antara aktivitas produksi industri dengan kebutuhan bahan baku impor.

Selain itu, BPS juga mencatat negara tujuan utama ekspor nonmigas Kepri pada Februari 2026 didominasi tujuan
1. Amerika Serikat – US$ 396,08 juta
2. Singapura – US$ 317,04 juta
3. India – US$ 203,01 juta
4. Tiongkok – US$ 133,77 juta

Pos terkait