Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi se-Sumatera, OJK: Kinerja Perbankan dan BPR Makin Solid

Yang lebih mencolok, pertumbuhan kredit di Kepri mencapai 25,85 persen atau hampir dua kali lipat dari pertumbuhan kredit nasional. “Ini merupakan kontribusi optimal bank umum dan bank umum syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri,” kata Sinar.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,2 persen, sedikit di bawah nasional yang 13,83 persen. Meski demikian, likuiditas perbankan tetap terjaga.

Hal ini tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di angka 94,07 persen. “LDR meningkat dan lebih optimal, namun masih di bawah 100 persen. Artinya likuiditas masih dalam kondisi baik,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) justru menurun dari 2,84 persen pada 2024 menjadi 2,34 persen pada 2025.

Penurunan ini menunjukkan kualitas pembiayaan yang semakin sehat serta keberhasilan upaya restrukturisasi perbankan. “Ini juga mencerminkan kondisi ekonomi Kepri yang baik, sehingga kemampuan masyarakat dalam membayar angsuran kredit semakin membaik,” tambah Sinar.

Sementara itu, Kinerja BPR dan BPRS di Kepri juga tak kalah impresif. Total aset tumbuh 7 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 5 persen.

Penyaluran kredit meningkat 14,67 persen, hampir tiga kali lipat dibanding pertumbuhan nasional. Sementara DPK tumbuh 14,1 persen, juga melampaui capaian nasional.

Menurut Sinar, capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan (trust) masyarakat terhadap industri BPR dan BPRS di Kepri semakin kuat.

“Ini menunjukkan masyarakat lokal di Kepri memiliki kepercayaan yang cukup tinggi terhadap industri BPR dan BPRS, sehingga perannya dalam mendukung ekonomi daerah semakin signifikan,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang solid dan kinerja sektor jasa keuangan yang terjaga, Kepri dinilai memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan ekspansi ekonomi di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan. (Iman Suryanto)

Pos terkait