Sementara itu, lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi signifikan antara lain industri pengolahan dan sektor pertambangan yang terus mencatatkan kinerja positif.
“BI Kepri juga memetakan sejumlah faktor pendorong (upside factors) pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025, di antaranya kebijakan moneter yang lebih akomodatif seiring tren inflasi yang melandai, beroperasinya kembali sejumlah tambang migas di wilayah Natuna dan Anambas, implementasi kebijakan visa jangka pendek untuk mendukung pariwisata, serta berlanjutnya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, ” Jelasnya.
Namun demikian, tegasnya lagi, terdapat pula faktor risiko (downside factors) yang perlu diantisipasi, seperti ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu perekonomian domestik, dampak kebijakan tarif perdagangan internasional, serta meningkatnya persaingan investasi antarnegara dan antarwilayah.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, sejumlah upaya strategis terus didorong, antara lain hilirisasi sumber daya alam guna memperkuat local value chain, pembukaan dan perluasan rute penerbangan untuk mendukung sektor pariwisata, penguatan aspek aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A), peningkatan investasi melalui penyederhanaan regulasi dan insentif, digitalisasi sistem pembayaran, serta pemberdayaan UMKM agar mampu menghasilkan produk unggulan berorientasi ekspor.
“Dengan fondasi tersebut, Kepri optimistis dapat mempertahankan kinerja ekonomi yang kuat dan berkelanjutan hingga akhir 2025,” Terangnya. (Iman Suryanto)
