Ekonomi Kepri Melaju 7,52 Persen, Tertinggi di Sumatera! Industri dan Investasi Jadi Motor Pertumbuhan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro,
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro,

Penguatan aktivitas manufaktur, termasuk industri elektronik yang menjadi salah satu sektor unggulan Kepri, turut mendorong peningkatan kinerja sektor tersebut.

Dampaknya juga terlihat pada aktivitas perdagangan luar negeri. Ekspor nonmigas Kepri pada triwulan III 2026 tumbuh 9,56 persen secara tahunan, berbalik positif dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 0,88 persen.

Di sisi lain, sektor konstruksi juga menunjukkan perkembangan positif seiring berlanjutnya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, serta sejumlah proyek pusat data atau *data center* di Batam.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BI: Industri Pengolahan Masih Jadi 'Motor' Pertumbuhan Ekonomi Kepri

“Perkembangan ini semakin memperkuat posisi Batam dan Kepri sebagai kawasan strategis bagi pengembangan industri manufaktur dan ekonomi digital,” tegasnya.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kepri.

PMTB tumbuh 5,65 persen secara tahunan dengan kontribusi sebesar 2,38 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 24,08 persen, kinerja investasi tetap berada di jalur positif sejalan dengan berlanjutnya pembangunan proyek strategis, termasuk di kawasan industri dan KEK.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,15 persen dengan kontribusi 1,60 persen. Optimisme masyarakat juga masih terjaga, tercermin dari rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 120,08 atau berada di atas level optimistis 100.

BACA JUGA:  Koperasi Merah Putih di Lingga Masuk Kategori Terbanyak di Kepri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *