Pertumbuhan kunjungan wisatawan memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi Batam. Selain transportasi, sektor lain seperti perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pusat perbelanjaan ikut merasakan dampaknya.
Kemudahan mobilitas yang ditawarkan transportasi digital membuat wisatawan lebih aktif berkeliling kota. Kondisi ini membuka peluang pendapatan lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
Dalam konteks ekonomi daerah, kehadiran driver online menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata yang mendukung daya saing Batam sebagai destinasi wisata regional, terutama bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang datang untuk perjalanan singkat (short getaway).
Amsakar juga menyoroti pentingnya regulasi nasional yang mendukung ekosistem transportasi digital. Ia menyambut baik terbitnya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan bagi para pengemudi.
“Kami berharap kebijakan nasional ini membawa perubahan positif. Batam akan mengawal implementasinya,” ujarnya.
Regulasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan aplikator, pengemudi, dan pemerintah, sehingga ekosistem transportasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan.
Di tengah pertumbuhan sektor wisata, BP Batam menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas iklim investasi. Stabilitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci agar Batam tetap kompetitif sebagai destinasi wisata dan investasi.
