Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya harga berbagai komoditas pangan, kenaikan BBM non subsidi, serta dampak pelemahan rupiah yang menyebabkan imported inflation atau inflasi yang berasal dari kenaikan harga barang impor.
Tekanan inflasi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, kombinasi antara kenaikan biaya produksi, melemahnya konsumsi rumah tangga, serta ancaman PHK dinilai dapat menjadi faktor yang memperlambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Para pelaku usaha pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, serta memberikan dukungan kepada sektor industri agar tetap mampu mempertahankan produksi dan tenaga kerja di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat. (Iman Suryanto)
