Dinkes Imbau Warga Waspada, Kasus DBD Batam Tersebar di 12 Kecamatan

Ilustrasi DBD
Ilustrasi DBD

Sebaran Kasus

Hingga awal September, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan. Lima kecamatan mencatat angka cukup tinggi, yakni Sagulung (90 kasus), Batam Kota (82 kasus), Sekupang (70 kasus), Batu Aji (68 kasus), dan Bengkong (64 kasus). Sementara kasus terendah ditemukan di Belakang Padang (2 kasus), Bulang (3 kasus), dan Galang (8 kasus).

Upaya Pemerintah

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Terima Kunjungan Asosiasi Dagang dan Investasi China - Indonesia

Melihat tren kasus yang masih tinggi, Pemko Batam telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 11 Tahun 2025 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan DBD.

Dinkes juga menggencarkan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dan sosialisasi di puskesmas, termasuk fogging di wilayah rawan. Meski begitu, Didi menegaskan fogging bukan solusi utama.

“Yang paling penting adalah mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya DBD dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan,” ucapnya.

Warga yang mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan bintik merah di kulit juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

BACA JUGA:  Amsakar dan Li Claudia Gelar Job Fit untuk Evaluasi Pejabat Pimpinan Tinggi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *