Deputi BP Batam Fary Djemy Francis: Batam Siap Jadi Gerbang Investasi Indonesia di Asia Tenggara

Oleh Karena itu, BP Batam bersama KBRI Hanoi akan memfokuskan promosi investasi pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti manufaktur berteknologi tinggi, industri elektronik, data center, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), logistik, energi, industri maritim, hingga ekonomi digital.

Langkah tersebut didukung transformasi layanan investasi BP Batam melalui penyederhanaan perizinan, Dashboard Pengaduan Investasi, Duta Investasi, serta Pelayanan Premium Investor yang memberikan pendampingan sejak tahap penjajakan hingga proyek beroperasi.

Di sisi lain, Batam dinilai memiliki daya saing yang semakin kuat sebagai kawasan investasi. Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp44,01 triliun, atau tumbuh 72,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Nilai ekspor Batam juga mencapai US$7,86 miliar, dengan lebih dari 54 persen berasal dari industri elektronik dan peralatan listrik, mempertegas posisi Batam sebagai pusat manufaktur dan industri berteknologi tinggi di kawasan.

“Keberhasilan diplomasi investasi ke depan tidak lagi diukur dari banyaknya kunjungan atau penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dari meningkatnya realisasi investasi, terbukanya lapangan kerja, menguatnya rantai pasok ASEAN, serta bertambahnya nilai tambah bagi perekonomian nasional. Itulah arah transformasi yang sedang dibangun BP Batam,” tegas Fary.

Melalui kemitraan strategis dengan KBRI Hanoi, BP Batam optimistis hubungan dagang Indonesia dan Vietnam dapat ditingkatkan menjadi kemitraan investasi yang lebih produktif. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai Execution Hub of Global Industry dan gerbang investasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (**/Iman)

Pos terkait