Menurut Ady, kegiatan ini sejalan dengan program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang diinisiasi Kementerian Kehutanan. Program tersebut menitikberatkan pada rehabilitasi dan revegetasi mangrove berbasis komunitas sebagai langkah strategis menghadapi degradasi ekosistem pesisir.
Ia menegaskan, dukungan langsung dari Menteri Kehutanan menjadi dorongan penting bagi gerakan penanaman mangrove berbasis masyarakat dan komunitas, termasuk yang digerakkan insan pers.
“Pak Menteri sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan penanaman mangrove yang digagas KJK sempena HPN 2026 di Bintan, Kepri,” kata Ady.
Selain berfungsi menahan abrasi dan menjaga garis pantai, mangrove juga memiliki nilai ekologis dan ekonomi jangka panjang. Tanaman ini dikenal efektif menyerap karbon dioksida (CO₂), menghasilkan oksigen, serta menjadi habitat penting bagi biota pesisir yang menopang sektor perikanan dan pariwisata bahari.
KJK menilai, keterlibatan unsur pemerintah pusat, legislatif, komunitas, serta delegasi internasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat gerakan pelestarian mangrove sebagai bagian dari ketahanan lingkungan dan pembangunan pesisir berkelanjutan. (***)










