Ia menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari swadaya anggota IJTI serta dukungan para donatur di Batam yang turut berkontribusi.
“Alhamdulillah, banyak pihak yang ikut membantu. Ini menunjukkan kepedulian masih sangat kuat. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap bisa memberi manfaat dan kebahagiaan bagi warga,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Polresta Barelang melalui program Jumat Berkah. Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, hadir langsung dan ikut menyerahkan bantuan kepada warga.
Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir secara humanis dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya dalam tugas keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial. Sinergi bersama rekan-rekan jurnalis ini menjadi bentuk nyata kepedulian kepada warga,” katanya.
Selain sarung dan mukena, jajaran kepolisian juga membagikan paket sembako serta makanan gratis. Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang telah menunggu sejak siang.
Di sela kegiatan, suasana terasa hangat dan akrab. Tidak ada sekat antara jurnalis, polisi, dan masyarakat. Mereka berdiri berdampingan, saling menyapa, berbincang, dan berbagi cerita. Anak-anak tampak gembira membawa paket makanan, sementara para orang tua berulang kali mengucapkan terima kasih.
Bagi warga Sembulang, bantuan itu bukan sekadar perlengkapan ibadah. Ia menjadi simbol perhatian—bahwa ada tangan-tangan yang peduli, ada hati yang memilih untuk berbagi.
Menjelang Ramadan, Pulau Sembulang bukan hanya bersiap menyambut bulan suci. Ia juga menyimpan kisah tentang kebersamaan. Tentang solidaritas yang tumbuh di antara ombak dan pesisir, serta tentang kebahagiaan sederhana yang lahir dari kepedulian bersama. (***)










