Dari Bona Pasogit ke Batam, Merawat Identitas Batak di Tengah Arus Modernisasi

Kemunculan kecerdasan buatan (AI), teknologi digital, dan berbagai platform daring telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan mendapatkan informasi.

Kemajuan tersebut membawa banyak manfaat, tetapi pada saat yang sama dapat membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi yang diwariskan leluhur.

Yohannes menilai modernisasi semestinya tidak membuat budaya lokal kehilangan tempat.

Bacaan Lainnya

“Sisi yang lain, adanya kemajuan seperti AI, teknologi online dan sebagainya itu cenderung menghilangkan jati diri. Kemajuan membuat orang berlomba-lomba terus lebih maju. Akhirnya dia meninggalkan akar budayanya,” katanya.

Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengingat atau mempertahankan bentuk-bentuk lama. Budaya juga perlu diberi ruang untuk berkembang dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

“Jangan kearifan lokal itu ditutupi dengan modernisasi. Namun bagaimana kita mengindahkan atau memelihara kultur atau budayanya menjadi kekuatan ekonomi,” tutur Johanes Kennedy Aritonang.

Pandangan tersebut menjadi bagian penting dari festival yang akan digelar. Budaya tidak ditempatkan semata sebagai nostalgia terhadap kampung halaman, tetapi sebagai kekayaan yang dapat hidup di tengah masyarakat urban.

Pos terkait