Dampak Lonjakan Harga Minyak, Pengusaha Sebut Batam Harus Kondusif Agar Investor Tak Kabur

Seorang Pengusaha yang enggan disebutkan namanya menilai gejolak energi global telah memengaruhi psikologi pasar dan keputusan investasi..

“Beberapa negara sudah mulai mengalami tekanan energi yang serius. Ketika harga energi melonjak dan konflik belum mereda, investor tentu akan berhitung ulang. Mereka ingin melihat bagaimana perkembangan situasi global sebelum mengambil keputusan besar,” ujarnya saat berdiskusi dengan KE Group pada Sabtu(28/3/2026) pagi.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi membuat jumlah investor baru yang masuk menjadi semakin terbatas jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang pro-bisnis di dalam negeri.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Investasi hingga US$26,73 M, Konsorsium AS dan Jerman Bangun Industri Semikonduktor di Batam

Pihaknya juga menegaskan bahwa dalam situasi global penuh ketidakpastian, pemerintah harus mampu menjaga iklim investasi tetap kondusif dan business friendly.

“Yang sudah berinvestasi harus kita lindungi dan pertahankan. Jangan malah diobok-obok dengan kebijakan yang berubah-ubah. Investor yang mau masuk juga jangan dipersulit atau ditakut-takuti,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepastian hukum dan konsistensi regulasi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan dunia usaha.

“Pemerintah harus mendukung kepastian berusaha dan menegakkan hukum dengan adil. Jangan sampai ada aturan yang tumpang tindih karena kepentingan tertentu. Itu bisa merusak kepercayaan investor,” katanya.

Sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional, Batam dinilai memiliki peran penting dalam menjaga arus investasi di tengah tekanan global. Stabilitas daerah, keamanan, serta kemudahan berusaha menjadi faktor penentu agar investor tidak mengalihkan modalnya ke negara lain.

BACA JUGA:  Ketua OJK Kepri: Kerugian Investasi dan Pinjol Ilegal 'Se-Nasional' Capai Rp142 Triliun

“Batam harus dijaga agar tetap kondusif dan tidak gaduh. Kalau situasi tidak stabil, investor bisa kabur ke negara yang lebih pasti dan lebih tenang,” ujarnya lagi

Ia menilai persaingan antarnegara dalam menarik investasi kini semakin ketat. Oleh karena itu, menjaga stabilitas lokal menjadi kunci agar kawasan industri tetap kompetitif.

Dengan konflik global yang belum menunjukkan tanda mereda, tekanan terhadap sektor energi diperkirakan masih akan berlangsung. Di tengah tantangan tersebut, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi krusial untuk memastikan ekonomi tetap tangguh dan iklim investasi tetap terjaga. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *